Penulis berasal dari DKI Jakarta dengan nama lengkap Masruroh, S.Ag., M.Si. Berprofesi sebagai Guru Madrasah Aliyah Negeri 6 DKI Jakarta. Penulis sudah menerbitkan buku antologi Penulis Pantun Nasihat Gerakan 1000 Guru ASEAN telah terbit sebelumnya. Antologi Guru Menulis dan Sehimpun Kisah dalam Pengabdian (Memoar: Jejak Cinta Guru-Guru Nusantara). Selain itu, penulis telah menghasilkan buku novel yang berjudul Kisah Anak Autisme dan Anugerahnya (2020) dan Menulis Naskah Drama dengan Metode Hipnosis (2025).
Penulis yang hobinya bernyanyi dangdut dan gambus ini kerap sering membuat artikel untuk mengisi majalah sekolah. Beberapa bimtek literasi telah diikuti diantaranya bimtek manulis man jadda wajadadan kelas novel. Saat ini sedang menggarap buku berjudul Eksistensi Bahasa Indonesia di Sekolah. Penulis bisa disapa di akun Facebook dan Instagram: masruroh.i, Email: sintha.aulia2016@gmail.com
Penulis berasal dari DKI Jakarta dengan nama lengkap Masruroh, S.Ag., M.Si. Berprofesi sebagai Guru Madrasah Aliyah Negeri 6 DKI Jakarta. Penulis sudah menerbitkan buku antologi Penulis Pantun Nasihat Gerakan 1000 Guru ASEAN telah terbit sebelumnya. Antologi Guru Menulis dan Sehimpun Kisah dalam Pengabdian (Memoar: Jejak Cinta Guru-Guru Nusantara). Selain itu, penulis telah menghasilkan buku novel yang berjudul Kisah Anak Autisme dan Anugerahnya (2020) dan Menulis Naskah Drama dengan Metode Hipnosis (2025) .
Penulis yang hobinya bernyanyi dangdut dan gambus ini kerap sering membuat artikel untuk mengisi majalah sekolah. Beberapa bimtek literasi telah diikuti diantaranya bimtek manulis man jadda wajadadan kelas novel. Saat ini sedang menggarap buku berjudul Eksistensi Bahasa Indonesia di Sekolah. Penulis bisa disapa di akun Facebook dan Instagram: masruroh.i, Email: sintha.aulia2016@gmail.com
#
Spesifikasi Buku:
Penulis: Masruroh, S.Ag., M.Si.
Jumlah Halaman:
Ukuran: A5 (14,8 cm x 21 cm)
Identifikasi Buku :
Tahun Terbit:
Penerbit:
Kisah anak autisme dan anugerahnya merupakan kisah seorang anak yang sejak kecil sudah mengalami autis. Sekalipun autis dia tetap didaftarkan di Ssekolah Dasar Negeri. Selam di sekolah anak itu selalu ditemani oleh bapaknya baik di kelas maupun di luar kelas.
Sampai pada akhirnya anat tersebut melanjutkan ke pesantren karena di sekolah dasar tersebut selalu mendapat makian dari kepala sekolah dan gurunya. Berbeda dengan di pondok pesantren anak tersebut mendapat perlakuan yang penuh dengan kasih sayang. Pada akhirnya anak tersebut menjadi dewasa dan berhasil mendapatkan kebahagiaan.
#
Spesifikasi Buku:
Penulis: Masruroh, S.Ag., M.Si.
Jumlah Halaman:
Ukuran:
Identifikasi Buku :
Tahun Terbit:
Penerbit: